RENCANA PENGECORAN TEMPAT CUCI PIRING, ASRAMA ROSWARI-ARTANENG, JAYAPURA
Foto
Kerja Bakti Anggota dan Pengurus IPEMAROS Wilayah Studi II Jayapura
Anggota dan Pengurus IPEMAROS Wilayah Studi II Jayapura melakukan kerja bakti pada sore, hari Minggu tanggal 30 November 2025. Kerja bakti merupakan inisiatif bersama guna memperbaiki fasilitas asrama yaitu tempat mencuci alat dapur, pakaian dan kamar mandi.
Badan pengurus dan anggota IPEMAROS Wilayah Studi II Jayapura yang menempati asrama Roswari-Artaneng bersama-sama mengangkut batu, pasir dan kerikil dari sungai di belakang asrama untuk menimbun lokasi cucian dan kamar mandi. Jarak antara sungai di belakang asrama dan gedung asrama adalah (-/+) 6-7 meter.
TAHAP-TAHAP PENGANGKUTAN BAHAN
Agar proses pengangkutan batu, kerikil dan pasir berjalan mudah, anggota dan Badan Pengurus membagi tugas menjadi tiga tahap. Tahap pertama terdiri dari tahap penggalian dan pengumpulan bahan di pinggiran sungai. Beberapa anggota asrama ditugaskan untuk menggali bahan Pasir dan Kerikil menggunakan alat seadanya seperti sekop, sementara lainnya mengumpulkan batu.
Prosesi Penggalian Bahan Pasir, Kerikil dan Pengumpulan Batu dari pinggir Sungai
Setelah bahan pasir dan kerikil terisi dalam karung-karung beras yang disediakan, mereka secara bersama-sama mengangkut bahan ke lokasi tempat cuci piring yang akan ditimbun. Lokasi ditimbun dengan batu kali yang juga diangkut menggunakan karung pasir.
Tahap Pengangkutan Bahan Pasir, Kerikil dan Batu
Pada tahapan terakhir, beberapa anggota asrama bertugas untuk menyusun batuan kali pada tempat cuci piring agar tertata rapih. Sementara itu, bahan pasir dan kerikil ditumpuk sementara menunggu bahan campuran semen.
Prosesi Penyusunan Batu dan Penimpunan Lokasi Tempat Cuci Piring
Badan Pengurus IPEMAROS Wilayah Studi II beserta anggota berencana melakukan pengecoran tempat cuci piring yang terletak di belakang asrama pada hari Senin tanggal 01 Desember tahun 2025.
KEBUTUHAN FASILITAS PENDUKUNG YANG MEMADAI
Saat ini, penghuni asrama membutuhkan fasilitas pendukung yang memadahi seperti kamar mandi yang layak digunakan dan tempat cuci piring yang layak. Jika dilihat sejenak, kamar mandi asrama masih berdinding sengk seadanya. Sementara itu, asrama dihuni oleh pelajar dan mahasiswa/i. Oleh karena, perlu dibuat dua buah kamar mandi agar dapat digunakan secara terpisah oleh mahasiswi atau pelajar putri dan adik-adik mahasiswa atau pelajar putra.
**
Pelapor dan Penulis Berita
Arakov Vanya Melati Nusi
Fotografer
arakov vanya Melati Nusi
Editor dan Pimpinan Redaksi
Siriwai Adrianus Varano Kuwei
IPEMAROS.doc
Suara Burumai
Desember, 2025






Komentar