SEMINAR PERDANA VATANO MUNI TANEN
Foto
Seminar Perdana Tentang Tulisan "Vatan No Muni Tanen"
Seminar perdana tentang tulisan "Vatan No Muni Tanen atau orang-orang artanen" dilakukan pada hari Jumat, tanggal 10 Oktober 2025. Seminar bertempat di Asrama Unit Veteran, Universitas Papua, Amban, Manokwari.
AGENDA SEMINAR
Seminar Perdana telah menjadi agenda yang dibicarakan oleh anggota dan Pengurus IPEMAROS Wilayah Studi III Manokwari pada hari Rabu tanggal 08 Oktober 2025. Pada hari Kamis tanggal 09 Oktober 2025, Badan Pengurus IPEMAROS mengajukan Surat Pemberitahuan Nomor: 21/Pemb/X/2025 Tentang Pemberitahuan Seminar guna Peningkatan Pengetahuan dan Pengembangan Kapasitas Pelajar dan Mahasiswa di Wilayah Studi III Manokwari.
Foto
Surat Pemberitahuan
Surat ditujukan kepada Kepala UPT/Pengawas Asrama-Asrama UNIPA dengan tembusan Badan Pengurus Asrama Unit Veteran UNIPA, Manokwari. Menindaklanjuti Surat dimaksud, kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 10 Oktober 2025 jam 17.00 - 18.00 Malam di Gedung Serbaguna Asrama Unit Veteran.
PEMBUKAAN
Kegiatan Seminar dibuka dengan doa yang dipimpin oleh arakov Nikson Aiwui. Lalu, diberikan kesempatan kepada arakov Siriwai Kuwei pimpinan tim penulis untuk memulai kegiatan Seminar.
Tulisan tentang Vatan No Muni Tanen perlu dilakukan saat ini sebagai upaya akademik untuk menjelaskan eksistensi masyarakat adat di muni tanen. Vatan No Muni Tanen tidak hanya meliputi masyarkaat suku besar Yawa tetapi kelompok masyarakat suku lainnya yang hidup berdampingan dengan masyarakat Yawa di Muni Tanen. Tulisan Vatan No Muni Tanen dapat menjadi indikator penentu dalam upaya penanggulangan konflik sosial di kemudian hari.
BAGIAN BAGIAN TULISAN
Pertanyaan Umum
Vatan No Muni Tanen berangkat dari pertanyaan sederhana yang diajukan oleh ketua Tim Penulis.
- Mengapa saya Kuwei, tetapi mereka Sembai, Maniambo, Rawai, Kapisa, Aiwui (Mamori), Kaisiri, Rumansara, dan Paai?.
Tim penulis mencoba menjawab rasa penasaran tentang nama marga, posisi marga, dan alasan pemberian sebuah nama keluarga (marga) bagi setiap anak-anak yang baru lahir atau sejak lahir di Muni Tanen.
Selain pertanyaan pertama, terdapat tiga pertanyaan lainnya yang diajukan oleh Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Yapen.
- Apa atau siapa saja nama-nama keret Yawa di Artanen?
- Apakah terdapat keret-keret yang sudah hilang, tidak digunakan lagi, atau mungkin punah?
- Apakah ada kemungkinan bagi masyarakat Yawa di Artanen untuk mengganti nama keretnya di masa depan? Atau kembali menggunakan keret yang telah lama hilang?
Bagian I - IV
Bagian kedua tulisan terdiri dari kajian bahasa Yawa, bagian ketiga terdiri dari pengertian Muni Tanen dan Vatan No Muni Tanen, bagian keempat terdiri dari Terbentuknya Kebudayaan Agraris di Muni Tanen.
Dalam upaya editing, pemberian kritik dan pendapat tentang tulisan, draft tulisan telah dikirim ke masing-masing anggota IPEMAROS Wilayah Studi III Manokwari. Anggota IPEMAROS di wilayah studi lainnya dapat terlibat langsung dalam proses editing dengan mengirimkan alamat email kepada Badan Pengurus IPEMAROS. Draft Tulisan akan dikirim via email.
- arakov Osea Sembai
- arakov Zeth Maniambo
- arakov Nikson Aiwui
- arakov Keliopas Kapisa
- arakov Siriwai Kuwei
- arakov Naldi Kapisa
- arakov Enos Rawai
Penulis, Editor dan Pimpinan Redaksi
IPEMAROS.doc
Oktober 2025







Komentar