DISKUSI KE EMPAT TENTANG "PERADABAN MANUSIA DAN SEJARAH PEKABARAN INJIL DI MUNI TANEN"

 

Foto 

Slide Judul Topik Diskusi tentang "Peradaban Manusia dan Sejarah Pekabaran Injil" oleh Tim IPEMAROS Wilayah Studi III Manokwari

Pada hari ini, Jumat tanggal 17 Oktober 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Asrama Unit Veteran Universitas Papua, Amban, Manokwari, Tim Penulis "Peradaban Manusia dan Sejarah Pekabaran Injil" kembali melakukan diskusi terkait progres penulisan. Diskusi dibuka dengan Doa yang dipimpin oleh arakov Jefri Benyamin Rawai.


 Foto

arakov Benyamin Rawai saat memimpin doa pembukaan

Terdapat empat topik pembahasan yang didiskusikan selama (-/) 1 Jam 30 menit. Pembahasan pertama adalah tentang bagian-bagian umum tulisan. Bagian-Bagian Umum tulisan tentang Peradaban Manusia dan Sejarah Pekabaran Injil terdiri dari (1) Lembar Judul, (2) Sambutan dan Pengantar, (3) Daftar Isi, (4) Peradaban Manusia, (5) Sejarah Pekabaran Injil dan (6) Dokumentasi Tambahan. Bagian Sambutan dan pengantar rencananya akan diisi oleh perwakilan atau pimpinan beberapa lembaga Gereja dan keluarga Guru Injil. Sedangkan Pengantar Tulisan akan dijabarkan oleh Tim Penulis. Pimpinan Lembaga Gereja yang dimaksud adalah:

  1. Ketua/Perwakilan BP Am Sinode GKI di Tanah Papua
  2. Ketua/Perwakilan Klasis GKI Yapen Utara
  3. Ketua Jemaat GKI Baitania Artaneng
  4. Keluarga Pembawa Injil 

Foto

Anggota Wilayah Studi III Manokwari saat berdiskusi tentang "Peradaban Manusia dan Sejarah Pekabaran Injil"

Bagian kedua tentang Peradaban Manusia terdiri dari tiga bagian yaitu (1) Cerita Rakyat (Mitologi, Legenda, dan Dongeng), (2) Tentang Muni Tanen atau daratan tanen, dan (3) Tentang Yavasyene Vumae. 

Sementara itu, bagian ketiga tentang Sejarah Pekabaran Injil terdiri dari delapan bagian. Diantaranya:

  1. Sejarah Pekabaran Injil di Kepulauan Yapen
  2. Pekabaran Injil di Yavasyene Vumae
  3. Perang Dunia II, Koreri dan Perpecahan diantara masyarakat Vurumae Akibat Perang
  4. Perpindahan Jemaat dan Pelayanan di Pedalaman Muni Tanen
  5. Gereja Betlehem di Kampung Pesisir Kamandavani dan Gereja Akulah Pintu Bagi Segala Domba di Amiinde
  6. GKI Semuel Artaneng
  7. GKI Baitania Artaneng

 Foto
Anggota IPEMAROS Wilayah Studi III Saat membahas Bagian Sejarah Pekabaran Injil

Bagian terakhir dari Tulisan akan diisi dengan Dokumentasi tambahan seperti Foto, SK Tim Penulis, SK Tim Pembangunan Tugu, dan Referensi lain yang dipandang perlu. Dokumentasi berupa Foto yang dianggap perlu untuk ditambahkan terdiri dari dokumentasi Gereja-Gereja tua, Lokasi Gereja-Gereja tua, kampung-kampung tua dimana kegiatan peribadatan selama masa perang dilakukan, dan kronologi penulisan berupa foto-foto pertemuan, diskusi dan seminar. 

79 DRAFT EDITING DALAM WAKTU (-/+) 9 TAHUN

Bersamaan dengan diskusi yang berlangsung, tim penulis bersama-sama mengevaluasi bahwa sejak upaya penulisan dimulai pada tahun 2017  hingga tahun 2025, sudah terdapat 79 draft proses editing tulisan yang dilakukan. Editing dilakukan oleh tim penulis mengikuti adanya tambahan-tambahan informasi dan evaluasi yang dilakukan bersama narasumber-narasumber di kampung Artaneng.

Foto
Anggota Wilayah Studi III IPEMAROS saat menyimak dan memberikan jawaban terkait pembahasan tulisan

Bagian yang diedit masih terbatas pada Bagian tulisan tentang Peradaban Manusia. Dengan demikian, tim penulis baru menyelesaikan 60% dari tulisan dalam kurun waktu (-/+) 9 tahun. Tim penulis memiliki waktu empat tahun ke depan untuk menyelesaikan bagian "Sejarah Pekabaran Injil". Sejarah Pekabaran Injil baru diselesaikan (-/+) 20% sejak tahun 2017.

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT UPAYA PENULISAN 

Tim penulis menghadapi kurangnya data tertulis tentang sejarah pekabaran Injil di muni tanen. Bagian paling sulit dari penulisan Sejarah Pekabaran Injil adalah perpindahan Jemaat dari kampung Burumai (vumae) pada tahun 1942 akibat Perang Dunia II dan Koreri. 

Foto
Slide Bagian ke II tentang Sejarah Pekabaran Injil. Sub bagian paling sulit untuk dijabarkan adalah sub-bagian ke 4.

Masyarakat ketika itu beribadah dan berkumpul bersama-sama secara berpindah-pindah. Terkadang mereka terpisah berdasarkan kelompok klan. Perang yang terjadi pada tahun 1942 - 1945 mengharuskan mereka bersembunyi di kampung-kampung tua pedalaman. Bagian ini sulit dijabarkan karena diperlukan sumber informasi Primer yang kuat sementara semua tua-tua adat yang hidup ketika itu telah meninggal dunia. 

Berkaitan dengan itu, tim penulis sedang mengupayakan adanya giat eksplorasi yang melibatkan masyarakat kampung terutama para tua-tua yang mendengar langsung cerita dari generasi terdahulu untuk berkunjung ke situs-situs dimaksud agar tim dapat mendokumentasikannya.

TAHAPAN SELANJUTNYA

Setelah tahapan diskusi, Tim Penulis akan berbagi draft terakhir melalui surat elektronik (email) anggota IPEMAROS di tanah Papua untuk sama-sama membaca ulang draft yang sudah jadi. Tim Penulis mengharapkan masukan dan informasi tambahan dari anggota IPEMAROS yang mungkin pernah mendengar cerita atau dapat memberikan kritik yang membangun terhadap tulisan.

Foto
arakov Thomas Sembai saat memimpin Doa menutupi rangkaian diskusi

 

Selain itu, Tim Penulis berupaya menyelesaikan tulisan ini hingga bulan Desember 2025. Dengan harapan, Publikasi Draft dapat didistribusi ke Jemaat pada tanggal 04 Januari tahun 2025 di Artaneng. Fokus selanjutnya dalam upaya penulisan adalah tentang bagian Sejarah Pekabaran Injil.

 

Foto
Tim Penulis 

PESERTA DISKUSI
Diskusi diikuti oleh sebagian mahasiswa asal Artaneng dan kampung Aubamjirum (Ambaidiru) yang menempuh studi di Universitas Papua Manokwari. Diantaranya:

  1. arakov Thomas Sembai
  2. arakov Jefri Benyamin Rawai
  3. arakov Zeth Maniambo
  4. arakov Keliopas Kapisa
  5. arakov Siriwai Kuwei
  6. arakov Yabes Mora 
 


**
Fotografer

  1. arakov Yabes Mora
  2. arakov Zeth Maniambo 

Editor, Penulis dan Pimpinan Redaksi 

Siriwai Adrianus Varano Kuwei

IPEMAROS.doc
SUARA BURUMAI

Oktober 2025 

 


Komentar

Postingan Populer