KITA HARUS MENGHORMATI HAK PAKAI LAHAN DI MUNI TANEN

 

 

Foto

Hari, Minggu, tanggal 10 Agustus 2025 

Ketua Keret Sembai - Maniambo, arakov Jimmi Karson Maniambo., Amd.Kes (Pakaian Mereh-Coklat/kanan), saat memimpin pertemuan bersama ketua Badan Musyawarah Kampung, anenap Yakop Maniambo (celana training kuning), dan Anggota Masyarakat dari Keret Sembai-Maniambo yang bersengketa di kampung Artaneng

 

Suara Burumai

KONFLIK LAHAN KEBUN KERET SEMBAI - MANIAMBO

Konflik lahan kebun antara sub-keret Sembai-Maniambo yaitu Sembai Konamur dengan Sembai Kapanae, Sembai Taman dan Maniambo Atewa telah terjadi sejak tahun 2010. 


 Foto

Arakov Jimmi Karson Maniambo (berdiri) memulai dan menyampaikan sambutan rapat atau dialog antar anggota keluarga 

Konflik ini bermula antara tahun 2009 - 2010 ketika arakov Anton Sembai Konamur (AS) secara sepihak membuka kebun pada Lahan Pakai arakov Yahya Sembai Kapanae (YS) dan arakov Sefnat Sembai Kapanae (SS), arakov Tawai Sembai Taman (TS), anenap (Alm) Naftali Sembai Taman (NS), dan arakov Lukas Maniambo Atewa (LM). 

Lahan konflik terletak pada tanah adat keret Kuwei di pesisir Timur Muni Tanen; dikenal dengan sebutan manueni dan kapevain.   

LUAS DAN JUMLAH PETAKAN HAK PAKAI LAHAN DI MANUENI DAN KAPEVAIN 

Lahan di Kapevain dan Manueni terbagi menjadi 10 petak dengan Hak Pakai Lahan diberikan kepada arakov Adrianus Sembai, arakov Yahya Sembai dan arakov Sefnat Sembai, arakov Anton Sembai, arakov Tawai Sembai, anenap (Alm) Naftali Sembai, arakov Lukas Maniambo, arakov Jimmi Karson Maniambo, arakov Yones Maniambo, arakov Enos Sembai dan anenap (Alm) Charles Kaisiri. 

Masing-masing petak yang diberikan kepada pemakai lahan manueni dan kapevain untuk dikelola seluas (-/+) 20 - 25 Meter dengan panjang ke arah selatan sejauh (-/+) 150 Meter (dalam istilah lokal disebut "panjang dari laut (garis pantai) ke darat (gunung)"). Luas lahan manueni dan kapevain adalah seluas (-/+) 200 Meter.

Dari kesepuluh petak lahan, terdapat 3 petakan lahan di Manueni yang disengketakan oleh tiga pemakai lahan.  

AWAL KONFLIK

Pada tahun 2010, arakov AS dituding sebagai pelaku yang secara sepihak membuka lahan milik arakov YS dan arakov SS. arakov AS mulai melakukan penanaman tanaman jangka pendek atau (tanaman makanan) seperti pisang (kare), singkong (syomore), petatas (ransyon) dan keladi (kambor).     

Melihat dan mengetahui tindakan yang dilakukan oleh arakov AS, anenam (alm) Yakoba Atewa (ibu dari arakov YS dan SS) melaporkannya kepada pimpinan keret Sembai-Maniambo. Ketika itu, pimpinan keret Sembai-Maniambo adalah arakov (alm) Alfons Sembai. 

Menanggapi laporan tersebut, arakov Alfons mengambil keputusan untuk menghubungi pewaris tanah adat dan menyepakati waktu untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan.

TAHAP PERTAMA UPAYA PENYELESAIAN

Upaya penyelesaian tahap awal dibicarakan di rumah anenap (Alm) Naftali Sembai Taman, selaku kepala Kampung. Pada tahap pertama upaya penyelesaian, disepakati perjanjian secara lisan bahwa lahan harus dikosongkan oleh arakov AS dan diberikan kembali kepada arakov YS dan arakov SS selaku pemakai lahan yang sah.

Meskipun telah bersepakat, nampaknya arakov AS tidak mengindahkan kesepakatan yang dibuat. Pada beberapa bulan kemudian, diketahui bahwa beliau kembali melanjutkan kegiatan berkebun pada lahan arakov YS.

AS mulai menanam tanaman makan selama (-/+) 2 tahun dan mulai menanam tanaman Kakao yang diberikan oleh Balai Pertanian atau Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Yapen pada tahun 2013 - 2014. 

TAHAP KEDUA UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK 

Melihat tingkah laku dan tindakan arakov AS yang tidak mengindahkan kesepakatan awal, maka arakov YS menghubungi pewaris tanah adat untuk bersama-sama kembali menyelesaikan persoalan. 

Pada hari Minggu tanggal 10 Agustus 2025, pewaris tanah adat diwakili oleh arakov Yosias Kuwei memutuskan untuk menghubungi ketua keret Sembai-Maniambo, arakov Jimmi Karson Maniambo untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan. 

PERTEMUAN MENDADAK

Pada pertemuan yang dilaksanakan secara mendadak dan dimulai sekitar jam 8.00 - jam 11.00 malam di rumah ketua keret Sembai-Maniambo, beberapa anggota keluarga yang bersengketa hadir secara sukarela., diantaranya arakov AS bersama istri, arakov Lukas Maniambo, anenap Yakop Maniambo selaku ketua Badan Musyawarah Kampung, dan beberapa anggota keluarga lainnya. 


 Foto

Catatan tentang Agenda Pertemuan pada tanggal 10 Agustus 2025 

Pembicaraan dimulai dengan arahan dari ketua keret Sembai-Maniambo. 

"Kita ini semua hidup dan mencari makan di om (aani) punya tanah adat. Kita diberi Hak untuk menggunakan lahan, tanpa memiliki tanahnya, guna menunjang kehidupan. Masing masing dari kita telah diberikan Hak Kelola yang sama tanpa pungutan biaya apapun dari keluarga pewaris tanah adat. Oleh karena itu, malam ini kita dikumpulkan untuk membicarakan persoalan tanah diantara kitorang yang bersaudara ini. Pada dasarnya, kita harus saling menghormati Hak Pakai Lahan yang diberikan." Katanya

Lalu, pembicaraan dilanjutkan dengan keterangan dari saksi hidup, anenap Yakop Maniambo (YM), selaku ketua Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM). anenap YM menyampaikan bahwa: 

"ketika itu, antara tahun 1980 - 1990-an, saya dan beberapa anak-anak muda kampung juga orang-orang tua-tua temani kaka guru (Alm) Andarias Kuwei untuk bagi-bagi Hak Pakai Lahan di Muni Tanen. Kaka Andarias mulai ukur dari Vampini sampe Varvadi. Hak Pakai lahan ini diberikan untuk setiap keret dan keluarga di kampung ini. Bahkan, orang-orang yang datang dan bukan orang Yawa juga diberikan Hak yang sama. Masing-masing diberikan lahan seluas 20 sampe 25 meter" Katanya

"kaka Andarias bilang, pohon yang sudah tumbuh, rumput, dan tanaman dalam lahan ini kamu punya. Tetapi tanah ini, bukan milik kamu karena tanah ini Tuhan kasih buat orang pertama yang datang kesini, yang memilih menetap, mengelola dan menjaganya, lalu memanggil kamu datang untuk bekerja sama-sama dengan dia. Orang-orang pertama itu adalah saya punya moyang. Disini kamu bikin kebun sebagai kam punya kantor buat kerja, jual hasil kebun untuk kas sekolah anak-anak cucu" Katanya 

Mendengar keterangan yang diucapkan oleh anenap YM, arakov YS mengakui dan menyampaikan hal yang sama karena beliau juga turut serta dalam prosesi pengukuran lahan tersebut bersama seluruh masyarakat kampung. 

Akan tetapi, arakov YS kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh saudara atau om, arakov AS. 

"saya marah saja dengan om AS karena sudah bikin kebun lewat lahan yang sa pakai. Om su tanam coklat di sebelah darat. Trus, Om juga sudah bikin kebun lewat Tawai punya lokasi juga. Sa punya anak-anak juga ada. Nanti dong pi bikin kebun dimana lagi?

 Foto

anenap Yakop Maniambo saat mencatat poin-poin pembicaraan 

Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan mendengar keterangan dari arakov AS terkait tindakan yang dilakukannya. Menurut arakov AS, 

"saya bikin kebun lewat kam (mengarah pada arakov YS) pu lokasi karena sa tidak dapat tempat di Sembai-Maniambo punya lahan sebelah kali Artaneng. Untuk Tawai punya tempat, Tawai dia tidak kerja jadi saya kerja akan" Katanya dengan sedikit nada kecewa. 

TENTANG LAHAN ADAT DI MUNI TANEN DAN LAHAN PETAK KEBUN YANG MENJADI SENGKETA

Lahan Adat di Muni Tanen terbagi menjadi dua bagian yang dibatasi oleh Sungai (mana) Tanen; dikenal dengan sebutan kali Artaneng. 

Di sebelah barat Muni Tanen (barat sungai Manatanen) adalah wilayah warisan adat keret Sembai-Maniambo dimana yang mewarisinya adalah kamar tua Maniambo Manavat dan Sembai Kapanae. Sedangkan, lahan di sebelah timur, termasuk lahan pemukiman dan perkebunan masyarakat dengan ukuran terluas saat ini adalah warisan adat keret Kuwei. Di Manueni, tepatnya, petak Kebun antara arakov AS dan arakov YS dan arakov SS saling bersebelahan. 

Foto

Peserta Dialog Keluarga. Nampak arakov Lukas Maniambo (sweater hitam) dan arakov Sefnat Sembai (kaos merah) 

Arakov AS bersama istrinya merupakan pekerja kebun yang sangat rajin dan ulet. Mereka berdua bekerja pada lahan yang diberikan, lalu secara sengaja membuka kebun untuk menanam tanaman jangka panjang seperti kelapa, mangga dan kakao pada petakan milik arakov YS di sebelah barat (bagian darat) seluas 20 Meter dan pada keseluruhan petakan milik arakov TS.

KERUMITAN PERSOALAN DAN KRONOLOGI PENYELESAIAN MELALUI DIALOG 

Persoalan menjadi rumit dikarenakan arakov AS merasa kecewa karena tidak diberikan lahan pada wilayah adat Sembai-Maniambo. Meskipun demikian, beliau mengakui bahwa tindakan berkebun melewati lahan pakai milik saudara-saudaranya itu; selama ini dilakukannya secara sadar.

Disisi lain, istrinya yang mulai kecewa memilih untuk keluar dari pertemuan (walk out) meninggalkan peserta rapat lainnya sambil mengomel dan mengeluh. Istrinya masih berjalan mengelilingi dan mondar mandir pada halaman rumah ketua Keret. 

Menurut keterangan arakov Yosias Kuwei (Setelah Dialog), nampaknya, istri dari arakov AS tidak setuju jika suaminya memberikan keterangan yang jujur tentang tindakan mereka. Pengakuan suaminya itu sangat memalukan keluarga. 

Kata istrinya "Yeei!! ko bikin malu-malu kitong saja. Anton! ko keluar, jang duduk dengan anak-anak kecil itu. Kam kira sa takut kam kah? Anak anak kecil saja baru!"

Istrinya menuntut agar mereka harusnya menuntut ke keret Sembai-Maniambo agar diberikan sebagian lahan bagi mereka pada tanah adat Sembai-Maniambo. Disisi lain, mereka selama ini telah bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bergantung pada dana dan biaya pembangunan yang dianggarkan oleh pemerintah daerah bagi kampung Artaneng. 

Menanggapi keadaan tersebut, arakov Yosias Kuwei selaku pewaris adat menengahi pembicaraan dan menegur istri dari arakov AS yang sedang ribut. 

"tolong hargai saya!, dan tolong hargai keluarga yang ada datang untuk kitong bicara sama-sama ini. Kamu jangan bikin pembicaraan ini jadi rumit dan jadi masalah kedepan lagi untuk anak-anak saya. Saya paham bahwa kaka AS tidak memperoleh tempat tetapi juga saya menyadari bahwa kaka AS deng maitua ini datang dari Ariepi ke kampung Manatanen dikarenakan Nenek saya, anenam Yoana Sembai, yang membawa kaka kesini untuk bekerja membantunya. Oleh karena itu, saya bertanggung jawab untuk memberikan kaka Hak Pakai Lahan dan memastikan bahwa kaka aman pada lahan tersebut. Permintaan saya hanya satu, apa yang telah orang tua kami berikan sebagai Hak Pakai Lahan, tolong dikerjakan saja itu. Jangan melewati orang lain punya karena kitong tidak berikan dengan cara demikian. Ini nanti jadi persoalan di kemudian hari", tegasnya

Foto

arakov Yosias Kuwei (baju hitam garis-garis) duduk bersebelahan dengan arakov AS (baju merah) dan istrinya saat mendengar penyampaian dari arakov YS (baju biru) bersama salah satu saudarinya 

"Hari ini saya harus ambil keputusan karena sudah urusan dua kali dan sudah bertahun-tahun kamu hidup tidak saling menegur sebagai saudara hanya karena masalah kebun. Tanah ini tidak salah, tapi rasa tidak setuju, kecewa, serakah, mo ambil orang pu hak dan ketidakadilan itu yang bikin masalah. Kitong langsung saja putuskan. Bagaimana? Tanaman jangka panjang yang kaka AS sudah terlanjut tanam itu, kitong tebang besok ya. Termasuk tanaman makan juga? Bagaimana? Kaka dong dua (mengarah pada arakov YS dan arakov AS). Nanti urusan selanjutnya tentang Hak Pakai lahan buat kaka di wilayah Adat Sembai-Maniambo itu kamu bicarakan dengan ketua Keret Sembai-Maniambo. Saya tidak bisa membicarakan bagian itu karena itu bukan Hak Adat saya" Tegasnya

Keduanya, arakov YS dan arakov AS terdiam dan terlihat memikirkan jalan keluar yang baik. Lalu, arakov YS menyampaikan secara terbuka kepada arakov AS bahwa:

"sa pikir. Tidak apa-apa. Sudah, kaka dong dua sudah bikin kebun jadi dong bikin lanjut sudah. Di tempat yang dong dua sudah tanam tanaman jangka panjang yaitu coklat dan durian, bisa dong lanjutkan. Tapi, tempat yang dong dua ada tanaman tanaman makanan itu cukup sampai panen saja. Kalau sudah panen, jangan lanjut bikin kebun lagi" katanya

arakov Yosias Kuwei menerima pendapat tersebut dan menanyakan pendapat dari arakov AS. arakov AS tidak menyampaikan apa-apa dan memilih mengiyakan apa yang disampaikan oleh arakov YS sekaligus meminta maaf atas tindakannya secara langsung. Nampaknya beliau merasa bersalah dan masih memikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut kedepannya. Juga, beliau harus menenangkan istrinya yang sedang berjalan ke rumahnya sambil mengomel.

arakov Yosias Kuwei lalu menambahkan bahwa "Kalau sampai persoalan ini masih berlanjut beberapa tahun ke depan, maka saya sendiri yang ambil tindakan bersama keluarg. Kitong jalan ke Manueni lalu tebang kaka AS punya tanaman yang ada di lahan pakainya kaka YS. Selesai

Beberapa menit kemudian, istri dari arakov AS kembali dari rumahnya sambil menggenggam sebuah parang dan batu. Batu dilempari oleh istrinya ke arah rumah ketua Keret sementara parang dia gunakan untuk memotong tiang rumah ketua keret sebagai ungkapan kekecewaan dan rasa marahnya, lalu menunjukan parang kearah peserta rapat yang baru selesai berjabat tangan setelah pertemuan.

 
Video
Dua Video yang direkam (tanpa wajah) saat istri dari arakov AS sedang mengomeli suami dan peserta rapat pada hari Minggu tanggal 10 Agustus 2025
 

AKAR PERSOALAN DAN KEPUTUSAN

Yang menjadi akar persoalan daripada tindakan arakov AS untuk membuka lahan pakai milik arakov YS dan SS adalah:

  1. arakov AS tidak memperoleh lahan untuk berkebun pada wilayah adat Sembai-Maniambo
  2. permintaan pasar dan kebutuhan hidup menuntutnya untuk harus membuka kebun pada lahan yang lebih besar
  3. kebutuhan untuk membangun  rumah dan tuntutan sosial lainnya

Yang menjadi tuntutan dari arakov YS dan arakov SS adalah

  1. areal lahan pakainya dikembalikan secara penuh dengan jalan damai
  2. arako YS dan arakov SS merasa diperlakukan secara tidak adil dan tidak dihargai oleh arakov AS

SOLUSI KONKRIT

  1. Lahan kebun jangka panjang dibiarkan saja karena sudah terlanjur menanam (Pengakuan dari arakov YS)
  2.  Tanaman makan yang sedang ditanam pada lahan pakai milik arakov YS harus dikosongkan oleh arakov AS setelah panen
  3. Anggota Keret Sembai-Maniambo dan ketua Keret harus bersama-sama memikirkan lahan bagi arakov AS pada wilayah adat Keret Sembai-Maniambo 
BEBERAPA PERSOALAN YANG MENJADI AGENDA BERIKUT
 
Setelah pembicaraan, arakov Jimmi Karson Maniambo selaku ketua keret meminta kesediaan dari pewaris adat untuk bersama-sama memikirkan dan menentukan waktu  penyelesaian terhadap beberapa persoalan lainnya:
  1. Konflik  antara anenap/mansar Steven Sroyer dan keluarga Sembai
  2. Lokasi Pembangunan Tugu Pekabaran Injil 
  3. Beberapa persoalan kebun di tanah Adat Kuwei
  4. Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Masyarakat di Kampung Artaneng
 
**
Peliput Berita
 
arakov Jonni B. Aiwui
 
Keterangan Tambahan
 
arakov Yosias Kuwei
arakov Jimmi Karson Maniambo., Amd.Kes 
 
Pemimpin Redaksi, Penulis dan Editor
 
Siriwai Adrianus Varano Kuwei
 
Ipemaros.doc
Suara Burumai
 
13 Agustus 2025  

Komentar

Postingan Populer