PEMASANGAN ATAP RUMAH SEKOLAH MINGGU GKI JEMAAT BAITANIA ARTANENG
Foto
Sebagian Atap Rumah Sekolah Minggu GKI Baitania Artaneng yang telah dipasang
Panitia Pembangunan Rumah Sekolah Minggu Jemaat GKI Baitania Artaneng dan tukang mulai melakukan pemasangan Atap pada Rumah Sekolah Minggu GKI Baitania Artaneng pada hari ini, Senin 21 Juli 2025.
Pengatapan Rumah Sekolah Minggu diawali dengan ibadah, dua prosesi penyerahan, dan prosesi pemasangan perdana. Setelah ibadah, penyerahan pertama dilakukan oleh Bendahara Pelaksana Harian Majelis Jemaat GKI Baitania, Artaneng, Bapak Sym. Welmus Rumansara dengan memberikan satu buah sengk sebagai simbolis kepada Ketua Panitia Pembangunan, Bapak Apolos Arampi.
Foto
Penyerahan Satu Buah Sengk dari Bapak Sym. Welmus Rumansara kepada Bapak Penatua Apolos Arampi, bertempat di lokasi Gedung Rumah Sekolah Minggu
Penyerahan kedua dilanjutkan oleh ketua Panitia Pembangunan Rumah Sekolah Minggu, Bapak Apolos Arampi dengan memberikan sebuah sengk yang telah diterima kepada Ketua Jemaat GKI Baitania Artaneng, Bapak Penatua Yusak Maniambo.
Foto
Ketua Panitia, Bapak Apolos Arampi, telah menerima dan memegang sengk
Setelah sengk diterima, Ketua Jemaat GKI Baitania Artaneng, Bapak Penatua Yusak Maniambo langsung melakukan pemasangan perdana. Pemasangan perdana ditandai dengan menoki palu pada paku perekat sengk ke bagian kayu kap Rumah Sekolah Minggu. Prosesi pemasangan dibantu oleh para tukang dan ketua panitia yang telah berada di atas kap Rumah Sekolah Minggu.
Foto
Nampak Ketua Panitia, Ketua Jemaat yang sedang memasang, dan para tukang yang sedang memperhatikan prosesi pemasangan dan keselamatan kerja
Setelah pemasangan perdana, Ketua Jemaat GKI Baitania Artaneng mengangkat kedua tangan untuk berdoa dan memberkati proses pembangunan atap Rumah Sekolah Minggu yang sedang dikerjakan.
Foto
Prosesi Pemberkatan Bahan Atap Perdana yang telah dipasang oleh Ketua Jemaat
Lalu, menyerahkan seluruh pekerjaan dan perkembangannya kepada Panitia Pembangunan dan para tukang. Dalam prosesi terakhir ini, ketua Jemaat mengangkat tangannya lebih tinggi, mengucapkan beberapa pesan kepada tukang serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada panitia dan tukang yang bekerja.
Foto
Ketua Jemaat mengangkat tangan dan menyerahkan proses pengerjaan selanjutnya
Seluruh prosesi penyerahan disaksikan langsung oleh masyarakat dan para pimpinan kampung yang datang secara sukarela.
PROSESI PENYERAHAN SENGK DALAM PEMBANGUNAN RUMAH SEKOLAH SEKOLAH MINGGU DAN FASILITAS GEREJA DI KAMPUNG ARTANENG
Prosesi penyerahan sengk atau atap rumah (anane wauw) merupakan tradisi tua masyarkat Yawa yang telah dilakukan dan diwariskan secara turun temurun. Tradisi ini mengalami beberapa modifikasi dan penyesuaian dengan tradisi Gereja Kristen Injili di tanah Papua.
Dalam prosesi pembangunan rumah baru Gereja terutama pemasangan sengk, penyerahan sengk dilakukan berdasarkan kebiasaan sebagai berikut:
- Ketua Panitia Pembangunan mengundang masyarakat, termasuk anak-anak, tua-tua adat, tua-tua jemaat, para pimpinan lembaga dan Gereja di kampung untuk berkumpul pada lokasi pembangunan
- Bahan atap yang telah dikumpulkan akan didoakan terlebih dahulu (menurut tradisi ibadah GKI di tanah Papua)
- Perwakilan Pelaksana Harian Majelis Jemaat menyerahkan sengk sebagai bentuk simbolis kepada panitia atau ketua Pembangunan disertai pesan-pesan khusus
- Ketua Pembangunan lalu menyerahkan sengk tersebut kepada Ketua Jemaat atau Pendeta untuk dipasang
- Setelah pemasangan, pendeta mendoakan bahan sengk perdana yang dipasang dan seluruh prosesi pengerjaannya di kemudian hari
- Para tukang lalu melanjutkan pemasangan atap Rumah Sekolah Minggu
PROSESI PEMASANGAN SENGK RUMAH MASYARAKAT
Berbeda dengan pemasangan senk pada Rumah Sekolah Minggu, prosesi pemasangan sengk pada Rumah Masyarakat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Pemilik Rumah mengundang seluruh masyarkat, pimpinan adat, pemerintah dan tua-tua kampung
- Bahan atap yang telah dikumpulkan akan didoakan terlebih dahulu (menurut tradisi Ibadah GKI di Tanah Papua)
- Pemberi bahan Sengk menyerahkan satu buah bahan atap sebagai simbolis kepada Kamar Tertua (pewaris adat atau syene) secara simbolis
- Pewaris adat melanjutkan Bahan atap tersebut kepada Pemilik Rumah disertai pesan-pesan dan pemberian hadiah berupa piring, atau bahan berharga lainnya kepada pemilik rumah
- Pemilik rumah lalu menyerahkan bahan atap kepada kepala tukang yang bekerja untuk kemudian dipasang pada bagian kap rumah yang telah ditentukan
Peliput Berita
Arakov Noak Rumansara., Amd.Kom
Fotografer
Arakove Noak Rumansara., Amd.Kom
Lokasi
Kampung Artaneng, Desa Roswari, Komplek Tovanavin atau SD YPK Baitania di Artaneng, distrik Yapen Utara, Kepulauan Yapen
Editor Berita
Siriwai Adrianus Varano Kuwei
Ipemaros.doc
SUARA BURUMAI








Komentar