UNTUK MENCAPAI MIMPI YANG BESAR, SESEORANG HARUS MEMULAINYA DENGAN BELAJAR DAN BERTINDAK DALAM DIAM

 


 

SUARA BURUMAI 

 

Shalom!!

Namanengkov risya anenap, sya anenam,

sya injae, sya inkov, sya anda, sya aani, sya arikainy muno sya arakove ntuna no Muni Tanen.

 

Yang Saya Hormati, Ketua Majelis Jemaat GKI Baitania Artaneng

Yang Saya Hormati, Bapak-Bapak penatua dan Ibu-Ibu penatuati

Yang Saya Hormati orang Tua-Tua Adat

Yang Saya Hormati Pimpinan Sekolah Dasar YPK Baitania Artaneng

Yang Saya Hormati Pimpinan Pemerintah Kampung Artaneng Desa Roswari

Yang Saya Hormati Pimpinan Badan Musyawarah Kampung

Yang Saya Hormati Pimpinan Masing Masing Keret, Klan, Yavar, Yavarugav

Yang Saya Hormati Pimpinan Sub-Organisasi Gereja, Ketua PAR, PAM, PKB, PW, ketua Panitia Natal Jemaat GKI Baitania Artaneng tahun 2023

Yang Saya Hormati, kaka senior alumni, mantan pengurus IPEMAROS, Kawan-Kawan Pelajar Dan Mahasiswa Semua

 

Ada beberapa hal yang hendak saya sampaikan selaku ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Asal Kampung Mana Tanen desa Roswari (IPEMAROS) mewakili pengurus, senior alumni, pelajar dan mahasiswa asal kampung Mana Tanen desa Roswari.

 

IPEMAROS adalah organisasi Pelajar dan Mahasiswa yang bertanggungjawab penuh untuk mengumpulkan, melibatkan, mengarahkan, memberitahu dan memberikan motivasi kepada teman-teman pelajar dan mahasiswa asal kampung Manatanen desa Roswari dimanapun mereka berada.

IPEMAROS pertama kali dibentuk pada tahun 1998 oleh para pelajar asal Artaneng yang menempuh studi di beberapa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di kota Serui.

Awalnya, organisasi ini dibentuk sebagai perkumpulan pelajar asal Artaneng, dan belum diberi nama. Perkumpulan pelajar asal Artaneng ini terinspirasi oleh beberapa hal. 7 diantaranya adalah:

1.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat orang tua-tua kita yang dahulu menempuh studi di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di kota Serui. Orang tua-tua ini, mereka mendaki lewat gunung ke Serui, membuat gubuk di sekitaran Matembu, dan tinggal disana untuk bersekolah. Orang tua-tua ini diantaranya adalah anenp (Alm) Yesaya Rumansara, anenap (Alm) Andarias Kuwei, anenap Derek Kuwei, anenap Sefnat Maniambo, dan beberapa orang tua-tua lainnya. Tidak semua dari mereka berhasil menyelesaikan studi karena beberapa alasan. Alasan paling umum bagi mereka yang tidak berhasil adalah karena mereka ingat kampung. Orang tua dong bilang “ingat bulan terang dan ikan indur di rep Burumai jadi pulang kampung”.

2.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat orang tua-tua kita yang dahulu menyeberang lautan untuk menempuh studi pada Sekolah Pendidikan Guru di kota Biak. Beberapa dari mereka adalah guru-guru kita di SD YPK Baitania Artaneng. Yang lainnya adalah orang tua yang sering bercerita dengan kita dan mungkin sedang duduk di dalam Gedung Gereja saat ini. Diantaranya adalah anenap Guru Silas Rawai, anenap Yakob Maniambo, anenap Bernard Kuwei-Rumansara, anenap Anton Sembai dan beberapa orang tua-tua lainnya.

3.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat orang tua dan kaka kaka kita yang mendayung perahu dan berlayar untuk menempuh studi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Windesi, distrik Yapen Barat. Diantaranya arakov Lukas Maniambo, arakov Gerson Maniambo, arakov Kornoles Maniambo, Bapa Ishak Semuel Aiwui , Bapak (alm) Alfons Sembai, arakov Yusak Maniambo, arakov Adrianus Maniambo-Sembai, arakov Yahya Sembai, arakov Wellem Maniambo, kaka (Alm) Yunus Kaisiri, kaka Sipra Maniambo, kaka Lea Kuwei, dan beberapa kaka kaka lainnya.

4.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat kaka-kaka kita yang berjalan kaki menyusuri pesisir utara pulau Yapen ke timur Jauh untuk menempuh studi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kampung Yobi. Diantaranya, arakov Enos Sembai, arakov Herman Kaisiri, arakov wanya Lasmi Kaisiri, arakov Zakarias Rumansara, arakov Amir Sroyer, arakov Asyur Arampi, arakov Apolos Arampi, arakov Yermias Arampi, arakov (Alm) Yordan Rumansara, arakov Efraim Rumansara, arakov Elia Rumansara, dan kaka kaka lainnya.

5.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat kaka kaka kita yang bersekolah dahulu pada sekolah menengah atas, SMK, SD, dan SMP di Biak. Diantaranya, arakov Welmus Rumansara, arakov Robert Rumansara, arakov Zakarias Rumansara, arakov Mesak Maniambo dan beberapa kaka kaka lainnya.

6.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat orang-orang tua yang walaupun anaknya tidak berhasil dalam studi, tidak bersekolah dengan baik, meninggal karena sakit, tetapi mereka masih mau berendah hati untuk membantu mengantar kita pulang liburan dari Mana Tanen ke Saubeba, ke Yobi, ke Windesi atau dari Mana Tanen ke Biak. Diantaranya Bapak (Alm) Amon Sroyer, Bapak Nikolaus Rumansara, Bapak Anton Sembai, Bapak Soleman Wihyawari, Bapak Semuel Wihyawari, dan orang-orang tua lainnya

7.      Perkumpulan ini terinspirasi dari semangat orang tua-tua yang mau menyisihkan seribu-dua ribu untuk pembangunan sumber daya manusia tetapi juga mau selalu memberikan nasihat-nasihat bagi pelajar dan mahasiswa selama liburan di kampung. Diantaranya Bapak Guru Marthen Kapisa, Bapak Guru (Alm) Ch. Kaisiri, Mama (Alm) Simunapendi-Kaisiri, anenap Derek Kuwei, anda Welbena Sembai, Anenam Yoana dan orang-orang tua lainnya

Oleh karena itu, perkumpulan pelajar dan mahasiswa atau IPEMAROS adalah milik kita semua. Sejak perkumpulan pelajar dan mahasiswa dibentuk pada tahun 1998, hingga tahun 2023 saat ini, kita sudah berjalan bersama-sama selama 25 tahun.

 

Apa saja yang telah kita capai selama 25 tahun?

Hal pertama yang kita capai adalah nama IPEMAROS. Pada tahun 2004, nama IPEMAROS pertamakali dimunculkan sebagai Organisasi Pemersatu Pelajar dan Mahasiswa Roswari. IPEMAROS dibentuk oleh anak-anak muda Mana Tanen dan Rosbori yang menempuh studi pada beberapa perguruan tinggi di kota Jayapura. Diantaranya, Bapak Penatua Sergius Rumansara, Bapak Guru Imanuel Kuwei, Bapak Gad Kuwei, Bapak Enos Sembai, Ibu Sipra Maniambo, Ibu Persekila Maniambo, Ibu Meriba Kuwei-Rumansara, Bapa Sefnat Maniambo, Bapa Jonatan Imbiri, dan Bapa Matias Rumansara. IPEMAROS dibentuk lewat satu pertemuan singkat di gubuk Artaneng, Kota Raja Dalam, Jayapura. Ketika itu, IPEMAROS merupakan singkatan dari Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Asal Roswari (IPEMAROS).

Bersamaan dengan terbentuknya IPEMAROS, terdapat beberapa organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa lainnya yang juga dibentuk pada tahun yang sama di kota Jayapura yaitu IPAMA Aubamjirum dan Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Tindaret-Kerio.

IPEMAROS pertama kali diketuai oleh Bapa Gad Kuwei. Periode kepemimpinannya berjalan selama kurang lebih 6 tahun, terhitung tahun 2004 – 2010. Dalam masa kepemimpinannya, IPEMAROS berhasil membeli sebidang tanah dengan uang yang diperoleh dari iuran orang tua-tua di Artaneng. Sebagian biaya dipakai untuk menyelesaikan pembangunan gubuk di kota Raja dalam, kota Jayapura. Pencapaian kedua kita adalah pembangunan Gubuk Artaneng untuk menampung Pelajar dan Mahasiswa yang ingin dan akan studi pada perguruan tinggi di Jayapura. Mungkin tidak semua dari kita pernah tinggal di gubuk Artaneng, tetapi sebagian dari apa yang kita sampaikan dan berikan pernah berada disana.

Pada tahun 2012, muncul pemikiran baru agar kepemimpinan IPEMAROS harus direformasi dan diperbaharui. Saat itu, saudara Jimmi Karson Maniambo terpilih sebagai ketua umum IPEMAROS, wakilnya adalah Bapak Imanuel Kuwei serta sekretarisnya adalah arakov Mesak Maniambo. Jimi Karson Maniambo memimpin IPEMAROS selama kurang lebih 8 tahun. Terhitung tahun 2012 hingga 2019. Di masa kepemimpinan kaka Jimmi, IPEMAROS berhasil membangun Kerjasama yang lebih baik dengan pemerintah kampung Mana Tanen (Artaneng) desa Roswari. IPEMAROS juga berhasil membentuk beberapa kordinator wilayah-wilayah studi dan bersama dengan senior-senior IPEMAROS lainnya melobi biaya dan anggaran untuk mendirikan asrama IPEMAROS di kota Jayapura. Selain itu, IPEMAROS memiliki Kerjasama yang baik dengan Gereja dimana setiap Januari selalu diadakan makan-makan pelajar.

Dalam masa kepemimpinan kaka Jimmi juga, terdapat perencanaan-perencanaan dan pemikiran yang disampaikan secara lisan; diantaranya yaitu: menyiapkan beasiswa IPEMAROS, menciptakan lapangan kerja, melakukan penilitian-penilitian pada bidang dan sektor pembangunan di kampung, dan membangun sekretariat IPEMAROS di kampung Mana Tanen desa Roswari. Tetapi semua pemikiran-pemikiran itu belum sempat dilaksanakan. Dengan demikian, pencapaian ketiga, keempat dan kelima IPEMAROS adalah asrama, organisasi yang baik dan terstruktur, Kerjasama yang baik dengan pemerintah dan gereja, dan ide-ide yang baru untuk melihat dunia kedepan.

 

Pada tahun 2019, Saya, NOAK RUMANSARA, terpilih sebagai ketua IPEMAROS. Dalam masa kepemimpinan saya selama empat tahun terakhir (2019-2023), IPEMAROS mencoba untuk membangun hubungan baik dengan pemerintah kampung dalam hal pembiayaan dan pengembangan sumber daya manusia asal kampung Manatanen desa Roswari. Selain itu, IPEMAROS mencoba untuk memperkuat dasar hukum dan memperjelas status IPEMAROS secara hukum. 

Langkah pertama yang diambil adalah menjalankan MUSYAWARAH BESAR I IPEMAROS. MUBES I IPEMAROS dilaksanakan pada tanggal 03 – 04 Januari tahun 2020. MUBES I IPEMAROS diikuti oleh (-/+) 40 peserta dan dipimpin oleh sdr. Abraham Maniambo, sdr. Martinus Arampi dan Sdr. Kornoles Paai. MUBES I IPEMAROS diwakilkan oleh lima perwakilan wilayah studi yaitu wilayah Studi I Serui, Wilayah Studi II Jayapura, Wilayah Studi Biak, Wilayah studi IV Manokwari, dan Wilayah studi V Luar Papua. Melalui MUBES I, senior alumni, anggota, kordinator wilayah, perwakilan sekolah dasar, Bapak Guru Marthen Kapisa, perwakilan pemerintah kampung, perwakilan gereja menetapkan perubahan-perubahan penting terkait beberapa hal tentang IPEMAROS. Pertama, adalah kepanjangan dari singkatan IPEMAROS ditetapkan menjadi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Asal Kampung Manatanen desa Roswari. Dengan demikian, IPEMAROS akan lebih fokus hanya pada pelajar dan mahasiswa saja. Kedua, Ketua Umum IPEMAROS harus berdomisili di kampung Mana Tanen desa Roswari. Jadi, kalau diantara adik-adik dan kaka kaka ada yang mau jadi ketua IPEMAROS, maka harus tinggal di kampung.

Langkah kedua adalah melakukan persiapan dan pembicaraan-pembicaraan tentang penguatan dasar hukum IPEMAROS. Setelah semua pembicaraan selama dua tahun (2021-2022), pada awal Januari tahun 2023 bersama pimpinan Gereja yaitu Bapak Penatua Herman Kaisiri dan Bapa Penatua Sergius Rumansara, Kepala Kampung Bapak Pilemon Kuwei, perwakilan beberapa orang tua yang hadir ketika itu, pengurus Inti IPEMAROS, senior dan anggota memutuskan untuk mendaftarkan IPEMAROS. IPEMAROS telah terdaftar beberapa bulan lalu ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Republik Indonesia di kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. IPEMAROS menjadi satu-satunya organisasi Ikatan Pelajar kampung yang saat ini terdaftar secara resmi di pemerintah kabupaten Kepulauan Yapen.

Setelah terdaftar, apa yang harus dikerjakan?

“untuk mencapai mimpi yang besar, seseorang harus memulainya dengan belajar dan bertindak dalam diam. Seseorang dan teman-temannya harus saling mengajak untuk berbicara dan bekerja bersama-sama dalam diam dan penuh perhitungan”

Hal yang sama sedang dikerjakan oleh IPEMAROS. Mimpi terbesar IPEMAROS adalah mendirikan sekretariatan IPEMAROS di kampung. Suatu Gedung sekretariatan yang dapat digunakan sebagai perpustakaan IPEMAROS sekaligus pusat pelatihan dan pengembangan diri bagi pemuda/I, calon dan pelajar dan mahasiswa/I.

Ide yang menjadi mimpi besar ini berangkat dari data hasil observasi dan laporan IPEMAROS tentang keberhasilan pelajar dan mahasiswa kampung Mana Tanen desa Roswari sejak tahun 1998 sampai tahun 2018.

Jumlah total peserta didik asal kampung Manatanen antara tahun 1998 sampai tahun 2018 yang menempuh studi adalah sebanyak (-/+) 126 orang (belum termasuk jumlah total peserta didik yang menempuh studi pada  sekolah dasar YPK Baitania Artaneng dan di luar Kep. Yapen per tahun 2018). Dari total 126, hanya 28 peserta didik yang berhasil menyelesaikan studi perguruan tinggi sementara 98 peserta didik lainnya tidak berhasil. Dengan demikian, dari 126 peserta didik hanya sekitar 22% yang berhasil sementara 78%nya tidak berhasil. Pengurus, senior, dan anggota IPEMAROS berpandangan bahwa presentasi ini adalah presentasi yang sangat fatal karena jumlah yang tidak berhasil menyelesaikan studi hingga perguruan tinggi lebih banyak daripada jumlah yang berhasil.

Berkaitan dengan presentasi tersebut, kami mencoba melakukan Analisa tentang penyebab tingginya presentasi angka putus sekolah. Analisa ini dilakukan sejak tahun 2018 hingga tahun 2023. Kami menemukan setidaknya ada empat faktor utama.

Pertama, teman-teman pelajar dan mahasiswa nampaknya belum siap untuk menempuh studi di luar kampung.

Kedua, teman-teman pelajar dan mahasiswa tidak difasilitasi dan diberikan waktu untuk melakukan konsultasi, berdiskusi, dan bercerita tentang cita-cita, perkembangan studi mereka, dan tentang rencana studi mereka.

Ketiga, teman-teman pelajar dan mahasiswa tidak dilatih untuk membuat rencana studi sebelum mereka diberangkatkan ke kota tujuan wilayah studi.

Keempat, teman-teman pelajar dan mahasiswa belum memiliki dukungan moral secara penuh. Terutama, teman-teman dan adik-adik perempuan. Teman-teman dan adik-adik perempuan adalah yang paling rentan dan gampang sekali putus sekolah.

Dengan melihat keempat faktor secara subjektif (kedalam), maka kami berpikir untuk mengambil inisiatif baru. Kedepannya, kami hendak membuka lebih banyak kelas-kelas diskusi tentang studi dan rencana masa depan bagi teman-teman pelajar setiap 6 bulan dan setiap masa liburan sekolah di kampung.

Kedua, kami juga berencana untuk mengadakan pelatihan Bahasa Asing (Bahasa inggris), pelatihan Bahasa Yawa, pelatihan Teknologi dan penilitian-penilitian yang dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat di kampung Artaneng. Rencana ini dapat dilakukan jika sekretariatan IPEMAROS telah jadi.

Ketiga, kami sedang berpikir untuk membuka semacam Usaha Kecil atau UMKM yang dikelola secara mandiri oleh anggota dan pengurus IPEMAROS baik di kampung Mana Tanen, di beberapa kampung di Yapen Utara dan beberapa wilayah studi. Hal ini bertujuan agar kita bisa memberikan kesempatan dan pengalaman kerja, menghasilkan lebih banyak biaya dan tidak bergantung pada pemerintah Kampung.

Untuk mengerjakan ini semua, diperlukan suatu niat, giat dan dukungan penuh dari semua komponen masyarakat di kampung. IPEMAROS telah mengambil beberapa langkah yaitu dengan mendorong beberapa anggota IPEMAROS agar dapat melakukan penilitian kembali ke kampung. Alasannya sederhana, bahwa untuk mengerti seluruh dunia, untuk membantu orang lain, dan untuk berhasil, seseorang perlu mengerti tempat dimana dia dibesarkan terlebih dahulu. Seperti firman Tuhan dalam kitab Amsal 1: 20 -33 “Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. Berapa lama lagi,hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu, pencemoh masih gemar kepada cemooh..”

Dengan demikian, penilitian penilitian dilakukan agar kita lebih berhikmat dan mengerti tanah kita sendiri. Penelitian-penilitian dimaksud telah dilakukan sebanyak empat kali. Diantaranya oleh injae Gad Kuwei tentang pemasaran Kakao (tahun 2007, Sekolah Tinggi Ekonomi Ottow Geisler), arakov Amir Sroyer tentang hukum adat pembayaran maskawin (tahun 2013 Universitas Cenderawasih, FISIP UNCEN), arakov Thomas Sembai tentang studi sosiolinguistik (gabungan Bahasa Yawa dan Biak) oleh penutur di Manatanen (tahun 2022-2023, Universitas Papua) dan arakov Ofni Sembai tentang Pengelolaan Sagu di kampung Manatanen (tahun 2022-2023, Universitas Papua). Juga terdapat beberapa laporan-laporan non formal lainnya yang pernah dibuat tentang kampung Manatanen oleh tim IPEMAROS dan Gerakan Suara Burumai. Selain penilitian, IPEMAROS saat ini sedang membantu tua-tua adat dan majelis jemaat untuk menulusuri kembali peradaban manusia dan sejarah pekabaran Injil di daratan Tanen. Proses penulisannya sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada tahun 2030.

Langkah-langkah penilitan yang telah dan sedang berlangsung pada saat ini memotivasi kami untuk mendorong setiap pelajar dan mahasiswa yang punya keinginan dan yang sedang studi agar kembali melakukan penilitian dan belajar tentang kampungnya sendiri. Karena kami percaya bahwa “hidup manusia, haruslah mengakar pada tanah kelahirannya. Dimana dia dilimpahi kasih sayang yang lembut dari para kerabatnya. Kasih yang akan dia berikan untuk wajah sang bumi, untuk para pekerja yang berlalu Lalang di hamparannya, untuk suara-suara serta logat-logat dan Bahasa yang begitu akrab pada rumah asal usulnya. Di tengah-tengah berkembangnya wawasan-wawasan dan peradaban yang baru. Dengan demikian, cara terbaik untuk mempelajari bintang-bintang dan astronomi adalah dengan membayangkan langit malam di atas sana, sebagai gugusan bintang-bintang kecil yang bertumbuh dari pekarangan rumah kita sendiri” (George Elliot).

Langkah kedua yang diambil adalah dengan membuka donasi skripsi, buku dan bantuan peralatan sekolah lewat koneksi yang dimiliki IPEMAROS. Beberapa bulan lalu, IPEMAROS membuat program Donasi bernama NDE!!. Program ini baru saja dimulai dan belum menghasilkan apa-apa tetapi kami terus berusaha.

Langkah ketiga yang diambil adalah dengan mendata ulang jumlah pelajar dan mahasiswa, senior dan alumni IPEMAROS yang tersebar di seluruh tanah Papua. Pendataan ini telah kami mulai sejak bulan Oktober 2023. Tujuan dari pendataan ini adalah untuk melihat dan mengukur kekuatan sumber daya manusia kampung Mana Tanen.

Langkah keempat yang diambil adalah dengan membuka nomor rekening IPEMAROS dan mencari donatur sehingga ke depannya IPEMAROS dapat menjadi organisasi yang mandiri secara finansial dan mampu bersaing di dunia bisnis. IPEMAROS diharapkan dapat berinvestasi penuh pada bidang Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Mana Tanen.

Isu lain yang menjadi perhatian IPEMAROS adalah isu perempuan dan peran serta perempuan dalam pembangunan kampung. Laporan IPEMAROS tahun 2020 menunjukan bahwa antara tahun 2019 – 2021, angka kematian di kampung Mana Tanen sangat tinggi. Terhitung sekitar 14 kematian terjadi berturut-turut di kampung Mana Tanen dalam setahun pada periode itu. Dari keempat belas kematian itu, tujuh diantaranya adalah anggota IPEMAROS yang mana mereka semua adalah adik-adik perempuan kita yang berusia 13 – 20 tahun.

Bapa ibu dan adik-adik semua, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga saudari-saudari perempuan kita. Meskipun secara adat, perempuan tidak memiliki status lebih tinggi daripada laki-laki; tetapi di zaman yang lebih sekuler dan modern seperti saat ini, zaman dimana Hak Asasi Manusia dijunjung tinggi, perempuan memiliki hak yang sama sebagai manusia. Mereka berhak memperoleh Pendidikan yang layak, pelatihan yang sesuai, dan pekerjaan yang setara. Mereka juga berhak untuk hidup sehat secara mental dan fisik.

Oleh karena itu, mari! Kitong saling mendukung. Mendorong kitong punya adik-adik dan anak-anak perempuan secara mental dan membiayai mereka agar mereka dapat menempuh studi setinggi-tingginya dan meraih cita-cita mereka. Di Mana Tanen, beberapa kaka kaka kita yang perempuan telah membuktikan bahwa perempuan-perempuan Artaneng bisa! oleh karena itu, adik-adiku yang perempuan-perempuan. Kalian harus bisa menjaga diri, rajin belajar dan terus bersekolah. Karena bangsa dan negara ini membutuhkan kalian.  Mana Tanen menginginkan kalian untuk bersekolah setinggi tingginya.

Bagaimana kita dapat mencapai rencana rencana itu semua?

Untuk mencapai rencana di atas, kita harus menciptakan Kerjasama yang lebih sehat antar IPEMAROS dengan pemerintah kampung, lembaga adat dan gereja. Beberapa tahun belakangan, IPEMAROS bertanggung jawab untuk mengurus sejumlah biaya Pendidikan yang diberikan oleh kementrian desa melalui dinas di kabupaten/kota, lalu ke distrik dan diserahkan kepada pemerintah desa.

Dana Pendidikan diperuntukan bagi IPEMAROS dan dibagi kepada Sekolah Dasar YPK Baitania Artaneng. Berkaitan dengan pembiayaan dan pengelolaannya, kami sarankan agar pemberian biaya Pendidikan dari dana desa kedepannya dapat dibagi dua dan diberikan secara langsung kepada masing masing pimpinan Lembaga dimaksud agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaannya.

Kedua, IPEMAROS akan menyiapkan proposal program kerja dan target pencapaian kerja IPEMAROS. Proposal ini akan diajukan kepada pemerintah kampung bersama rincian dan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian Kerjasama dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di kampung Mana Tanen.

Ketiga, untuk kerjasama dengan lembaga adat dan gereja, IPEMAROS berencana akan mengajukan tim penulis pekabaran Injil dan diajukan ke PHMJ untuk di SK kan. IPEMAROS sedang berencana akan melakukan pengukuran wilayah adat daratan Tanen dalam beberapa waktu mendatang lewat Kerjasama dengan lembaga masyarakat adat dan beberapa LSM.

Bagian terakhir: Pesan IPEMAROS untuk kita semua

Kawan-kawan, adik-adik, orang tua, dan kaka kaka semua, moto IPEMAROS adalah “SYARE WADE, WANTENAMBE WAMO WANSANYAOBE ANANYAO RAE”, yang artinya “Kam kemari baru kitong belajar sama-sama”. Karena IPEMAROS bukan milik saya saja, bukan milik pelajar, mahasiswa dan pemuda-pemudi saja. IPEMAROS adalah milik orang-orang di Muni Tanen. Kitong semua harus terlibat bersama-sama.

Ketika terlibat, anda mungkin tidak diberikan uang, tetapi ketika anda datang dan duduk bersama-sama untuk bercerita di IPEMAROS maka kami percaya bahwa akan ada ide-ide dan pandangan baru, akan ada nasihat dan semangat baru. Ada harapan untuk apa yang dapat anda kerjakan. Anda dapat memperoleh dukungan moral di IPEMAROS.

Bersama IPEMAROS, kitong dapat berbagi informasi tentang kampus, tempat studi dan kuliah, tentang merencanakan masa depan, tentang bagaimana meraih beasiswa, tentang nasihat untuk kehidupan dan lain-lain. Secara khusus, kitong bisa berbagi informasi tentang beasiswa studi selama menempuh kuliah di kampus dan beasiswa studi lanjut. Dan bersama-sama, kitong dapat bercerita tentang bagaimana membangun sumber daya manusia kampung Mana Tanen.

Disis lain, IPEMAROS menuntut teman-teman untuk menempuh studi setinggi-tingginya. Jika tidak bisa bersekolah setinggi-tingginya, maka IPEMAROS menuntut teman-teman untuk membaca buku sebanyak-banyaknya dan terus belajar di setiap kesempatan dan waktu.  Jika mimpi adik-adik dan teman-teman adalah menempuh studi setinggi-tingginya, maka berpegangglah pada mimpi itu. Berdoalah untuk sesuatu yang sangat sulit dan tidak mungkin kamu peroleh. Biarkanlah hal-hal sulit dan tidak mungkin kamu peroleh menjadi urusan Tuhan Yesus Kristus. Tetapi kamu!, kerjakanlah apa yang kamu dapat lakukan untuk bisa meraih mimpi itu.

Kerjakan saja, kerjakan saja, dan terus bekerja. Dalam kerjamu, jangan berhenti untuk bertanya, jangan berhenti bercerita dan dengar-dengaran selalu. Beranikan diri dan dengar-dengaranlah dengan setia kepada yang lebih tua. Dengar-dengaran juga kepada sahabat yang sedang bercerita denganmu. Dengar-dengaran tidak berarti harus selalu mengikuti.

Biasakan diri untuk menulis. Menulis dan menulis setiap waktu. Tulis semua pesan-pesan yang baik. Pesan-pesan baik yang teman dan orangtua bilang. Setelah ditulis, pulang dan doakan pesan-pesan baik itu ketika orang-orang lain tidak lihat. Berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus agar supaya kamu dapat berlaku seperti pesan-pesan baik yang disampaikan dan telah kamu tulis.

Terdapat empat hal yang menghancurkan kehidupan masyarakat di Muni Tanen. Pertama, tidak saling menghormati. Kedua, sombong dan congkak. Ketiga, suka bicara-bicara orang lain dan iri hati. Keempat, suka menjual-jual nama orang dan menciptakan propaganda. Adik-adiku sekalian, berlakulah bijak. Hal-hal demikian dapat menjadi bagian dalam diri kita karena pergaulan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, jaga diri baik-baik.

Contoh pergaulan yang tidak baik adalah: 1) Minum Minuman Keras dan Isap Rokok (Tidak baik untuk Kesehatan), (2)Pergaulan Malam (berdampak pada Kesehatan dan pemborosan waktu), (3) Menonton Youtube, Tiktok, Instagram dan film, dan hal-hal yang tidak mendidik (berdampak pada pikiran dan pandangan kita kedepan), (4) Membaca bacaan yang tidak perlu dan tidak mendidik (Berdampak pada pikiran dan perkataan kita), (5) Mengucapkan bahasa yang suka maki-maki orang (berdampak pada karakter dan rasa percaya diri kita), (6) menciptakan pembicaraan yang tidak mendidik. Hal hal ini akan berdampak pada diri kita dan membuat kita menjadi penakut. Menjadi anakakai. Jika kita penakut maka keberanian kita akan turun dan mental kita akan menjadi mental budak. 

Untuk adik-adik yang perempuan, jaga telinga dan hati. Kalian paling cepat tergoda kalau laki-laki sudah ucapkan kata-kata cinta. Jangan sampai tergoda! Ingat, masa depanmu masih jauh. Kamu yang perempuan-perempuan, jangan mau menikah dan kawin dengan laki-laki yang tukang mabuk baru berdoa minta Tuhan kasih jodoh yang menerima apa adanya. Itu omong kosong! Adik adik perempuan, usiamu masih panjang. Pakai umurmu untuk kemuliaan nama Tuhan.  

KITONG ORANG PAPUA SUDAH SEDIKIT. SEDIKIT SKALI. JADI, MARI KITONG BAKU JAGA DAN BAKU AJAR TENTANG HAL-HAL YANG BAIK.

Mohon maaf jika terdapat kata-kata yang salah dalam pidato ini.

                                                                        Mana Tanen, 29 Desember 2023

 

AMISY NTUNA VANSAUTAN TENAMBE.

TUGAE! TUGAE! TUGAE!

SELAMAT NATAL dan SELAMAT MEMASUKI TAHUN BARU.

NAMANENGKOVASAE TENAMBE!

 

NOAK RUMANSARA, A.Md.Kom

Ketua/Senior IPEMAROS

 

Komentar

Postingan Populer