ANTARA KABUT HITAM DAN PUTIH
SUARA BURUMAI
Berita Injil di pulau Mansinam pada tanggal 05 Februari 1855 tersebar melewati lautan dan menyusuri pantai mencari umat Tuhan pada lembah-lembah dan pegunungan di tanah New Guinea hingga sampai kepada tujuh marga besar di lembah Muivini dan Mangkinuani (lembah Muman). Tempat dimana keret Mora, Rawai, Karubaba, Paai, Atewa, Rumansara, dan Kapanai-Sembai berada.
Injil itu dikabarkan oleh hambanya Grj. Simon Bisai. Grj. Simon Bisai berjalan mendayung menyusuri pesisir selatan pulau yapen dan sungai Ateronani. Perjalanan dilanjutkan dengan pendakian melewati lembah Witanain. Hingga tepatnya pada tanggal 03 Februari 1936, Grj. Simon Bisai bertemu dengan (-/+) 20 penduduk lembah Muman. Injil yang dibawanya bagai Mentari pagi yang membelah kabut hitam menjadi putih.
“Kamoyo Karisya Muno Kamoyo Poper” demikian kekuatan Injil itu diungkapkan dalam Bahasa Yawa Vunat. Lembah Muman menjadi tempat umat Tuhan dibina dan dilatih dalam berbagai keterampilan pertukangan guna pembangunan Gedung Gereja sebagai tempat sembahyang dan belajar membaca agar kelak mereka mampu memimpin dirinya sendiri sama seperti kata Rasul Tuhan I.S. Kijne.
Dengan jerih payah, Grj. Simon Bisai tiba pada tahun 1936 dan hingga saat ini tanggal 03 Februari 2025, genaplah nubuat Tuhan, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama-Ku”. Terhitung sejak tahun 1936 hingga tahun 2025, Jemaat GKI Imanuel Ambaidiru berusia 89 tahun. Selama (-/+) delapan decade, Jemaat terus memuji dan memuliakan Tuhan. Dengan Iman, Jemaat membangun Gedung Rumah Ibadah yang baru berlantai dua yang menelan anggaran sebesar Sembilan miliar lebih.
Kuasa Tuhan telah menunjukan Kasih Karunia-Nya bagi umatnya di lembah Muman, Kampung Ambaidiru.
Dari ketinggian pulau Yapen, tepatnya di bawa kaki gunung Muivini dan Mangkinuani kami mengucapkan selamat bersiap diri menyambut HUT PI ke 170 tanggal 05 Februari 2025 dan semoga catatan kecil ini menjadi inspirasi bagi kita sekalian.
**
Catatan Pekabaran Injil
Disadur dan diedit dari catatan
harian Bapak Imanuel Kuwei di lembah Muman pada tanggal 04 Februari
tahun 2025. Catatan harian ini dikirim ke Group Whatsap Pelajar dan Mahasiswa
Asal Kampung Manatanen desa Roswari (IPEMAROS)
Editor: Siriwai Adrianus Varano Kuwei
ditulis dan diedit di Manokwari pada tanggal 14 Februari tahun 2025
IPEMAROS.doc





Komentar