IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA ASAL KAMPUNG MANATANEN DESA ROSWARI MENGINISIASI PENGUKURAN AREAL PEMBANGUNAN TUGU PEKABARAN INJIL DI KAMPUNG TUA BURUMAI, MUNI TANEN (DARATAN TANEN), YAPEN UTARA

 

SUARA BURUMAI

Sebagai upaya berkelanjutan dari tim penulis Sejarah Peradaban Manusia dan Pekabaran Injil di Muni Tanen atau Kampung Manatanen/Artaneng, desa Roswari, distrik Yapen utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, pelajar dan mahasiswa bersama dengan Pemilik Hak Waris Adat, Perwakilan Majelis Jemaat, Ketua Panitia Pembangunan Tugu Sejarah Pekabaran Injil dan perwakilan pemuda kampung Artaneng desa Roswari kembali melakukan pengukuran areal pembangunan tugu.

 

Foto: Bapak Penatua Yakop Maniambo sedang melakukan pengukuran lahan pembangunan Tugu

 

Upaya pengukuran areal tugu merupakan salah satu agenda utama yang diwacanakan dan diusulkan pada sidang Jemaat GKI Baitania Artaneng ke XVII pada hari Jumat tanggal 08 November tahun 2024 oleh warga Jemaat dan anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat GKI Baitania Artaneng.  Sebagai bagian daripada upaya dimaksud, perwakilan pemuda dan pemilik hak pakai lahan kebun sempat melakukan perentesan jalan menuju areal pembangunan tugu pekabaran Injil di yavasyene (Kampung Tua) Burumai pada tanggal 04 Oktober tahun 2024. 


Foto: Saudara Sefnat Sembai saat pengukuran areal pembangunan Tugu

Akan tetapi, upaya perentesan mengalami kebuntuan dikarenakan terjadi perselisihan antara pemegang hak pakai lahan dimana rentesan jalan dibuka. Perselisihan terjadi antara dua pemilik hak pakai lahan yaitu Bapak S. Sroyer selaku pemegang hak pakai lahan kebun dimana jalan rentesan dibuat dengan pemilik hak pakai lahan dimana lokasi pembangunan tugu berada yaitu Bapak Y. Maniambo. Perselisihan terjadi sebagai akibat dari kurangnya kordinasi antara tim pembangunan tugu pekabaran Injil dan pemegang hak pakai lahan.

Guna penyelesaian sengketa, maka persoalan tersebut diselesaikan secara bersama-sama dengan menghadirkan perwakilan pihak keamanan yaitu Babinsa Yapen Utara, Majelis Jemaat GKI Baitania Artaneng, perwakilan pemuda, Perwakilan Organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa, dan para tua-tua adat pada tanggal 16 Oktober tahun 2024. Setelah penyelesaian, Bapak S. Sroyer bersedia bertanggung jawab untuk mengawas perentesan jalan pada lokasi tempatnya berkebun sementara Bapak Y. Maniambo bertanggung jawab untuk menentukan areal pembangunan tugu yang akan diukur.


 

Foto: Penumpukan Batu sebagai tanda titik pengukuran. Batu yang ditumpukan merupakan batu bekas bahan bangunan Gedung Gereja Ebenhaezer di kampung tua Burumai

Selanjutnya, pada tanggal 15 Desember tahun 2024, Badan Pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Asal Kampung Manatanen desa Roswari (IPEMAROS) meminta kesempatan secara lisan kepada Pelaksana Harian Majelis Jemaat untuk menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan Penulisan sejarah pekabaran Injil kepada Jemaat GKI Baitania Artaneng di Gedung Gereja. Saudara Siriwai Kuwei selaku kordinator tim penulis menyampaiakn bahwa draft pertama penulisan ditargetkan akan dicetak dan dipresentasi pada bulan Oktober tahun 2025 untuk kemudian diberikan kepada majelis jemaat sebagai arsip awal penulisan.

Menindaklanjuti penyampaian tersebut, kordinator tim penulis yang juga diberikan kepercayaan sebagai penasehat IPEMAROS bersama dengan saudara Penatua Yakobus Rumansara selaku ketua Panitia Pembangunan Tugu Pekabaran Injil, perwakilan Majelis Jemaat Bapak Penatua Yakop Maniambo dan perwakilan Pemuda saudara Sefnat Sembai melakukan pengukuran lahan pembangunan tugu.

Pengukuran dilakukan pada hari Senin tanggal 16 Desember tahun 2024 di areal perkebunan Bapak Penatua Yakop Maniambo yang terletak di kampung tua Burumai. Luas lahan yang diperbolehkan oleh Bapak Penatua Yakop Maniambo adalah 18 x 23 Meter. Dengan rincian ukuran yaitu dari arah timur ke barat selebar 18 Meter dan dari arah utara ke selatan sepanjang 23 Meter. Ukuran Tugu disesuaikan dengan ukuran Gereja Tua Ebenhaezer yaitu Gereja Pertama yang didirikan oleh Grj. David Mangge antara tahun 1933 – 1935.

Pelapor:

Sefnat Sembai

Editor Redaksi: Siriwai Adrianus Varano Kuwei

ditulis dan diedit di Artaneng, tanggal 16 Desember 2024

 

IPEMAROS.doc

 

Komentar

Postingan Populer