BADAN PENGURUS IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA ASAL KAMPUNG MANATANEN DESA ROSWARI (IPEMAROS) MENGAJAK WARGA JEMAAT GKI BAITANIA ARTANENG UNTUK BERDISKUSI BERSAMA TERKAIT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KAMPUNG ARTANENG

 

SUARA BURUMAI

Sebagai bagian dari program kerja tahunan IPEMAROS pada setiap tanggal 03 Januari, Badan Pengurus IPEMAROS kembali melakukan diskusi terbuka bersama Anggota Pelaksana Harian Majelis Jemaat GKI Baitania Artaneng, warga Jemaat, perwakilan Pemerintah Kampung, Pemuda, Pelajar dan mahasiswa di Gedung Serbaguna Semuel, GKI Baitania Artaneng.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Saudara Noak Rumansara, AMd.Kom selaku Ketua Umum IPEMAROS Periode 2019 – 2024/5. Kegiatan diskusi diawali dengan Doa yang dipimpin oleh Bapak Penatua Sergius Rumansara selaku Sekretaris I Jemaat GKI Baitania Artaneng. 


Foto: Saudara Noak Rumansara (kaos hitam/kiri) selaku ketua umum IPEMAROS Periode 2019-2024/5 saat memimpin diskusi terbuka IPEMAROS di awal tahun 2025

Beberapa agenda penting yang dibahas adalah Perkembangan Pelajar dan Mahasiswa, Penentuan Karateker IPEMAROS, Penentuan Kordinator Panitia Natal Pelajar dan Mahasiswa tahun 2025, perkembangan IPEMAROS, dan tentang Lokasi Pembangunan Gedung PAUD Manaji di Kampung Artaneng.



Foto: Peserta yang mengikuti diskusi terbuka IPEMAROS tanggal 03 Januari tahun 2025

Membuka pertemuan tersebut, ketua umum IPEMAROS menyampaikan laporan singkat berupa ucapan terimakasih bagi para mahasiswa studi akhir asal Universitas Negeri Papua dan Universitas Cenderawasih yang telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi berupa penilitian kembali ke kampung. Beliau juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak dalam hal ini Gereja, warga Jemaat, pemerintah Kampung, para pelajar dan mahasiswa, beserta para orang tua-tua yang selalu mendukung IPEMAROS dalam setiap kerja dan inisiasi-inisiasi yang dibangun guna pengembangan sumber daya manusia kampung.

Melalui diskusi terbuka yang berlangsung sejak jam 10.55 pagi – jam 13.57 siang waktu Artaneng tersebut, dibuat beberapa keputusan penting diantaranya yaitu saudara Sopater Kapisa, S.Si dipilih sebagai karateker IPEMAROS (terhitung bulan Januari – Juli 2025) hingga pelaksanaan MUBES II IPEMAROS pada bulan Juni-Juli 2025 dan saudari Eva Sembai terpilih sebagai kordinator Panitia Natal Pelajar dan mahasiswa tahun 2025. Beberapa orang tua yang hadir juga memberikan modal awal bagi panitia natal pelajar dan mahasiswa tahun 2025 sebesar Rp. 205.000,- (dua ratus lima ribu rupiah).

 

Foto: Keterangan tentang PAUD Manaji oleh Ibu Marice Maniambo (kaos biru) selaku kordinator PAUD

Pertemuan tersebut juga membahas tentang upaya PHMJ GKI Baitania Artaneng bekerjasama dengan kordinator pelajar dan mahasiswa wilayah studi II IPEMAROS di Jayapura, saudara Stevanus Aiwui, S.Si dan Sopater Kapisa, S.Si, guna memperoleh Surat Pelepasan Tanah asset Gereja yaitu Asrama Mahasiswa Artaneng/Roswari di kompleks Kotaraja Dalam, Jayapura. Surat Pelepasan Tanah asset Gereja Asrama Mahasiswa Artaneng perlu diarsipkan oleh Gereja dikarenakan hingga saat ini, surat tersebut belum diperoleh dan diarsipkan oleh Majelis Jemaat.

Selain keputusan dan kesepakatan-kesepakatan diatas, pertemuan yang dihadiri oleh 33 peserta tersebut juga membahas tentang status IPEMAROS yang telah terdaftar secara resmi pada badan kesatuan bangsa dan politik sejak tahun 2022/2023 dimana pengurus IPEMAROS perlu memberikan laporan-laporan kegiatan dan administrasi kepada pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Yapen sebagai bentuk kewajiban dan pertanggung jawaban. Laporan-laporan dimaksud akan diselesaikan dan didistribusi pada bulan Maret – April tahun 2025. 


Foto: Penandatanganan Surat Pengalihan Jabatan dari ketua Umum IPEMAROS, sdr. Noak Rumansara, Amd.Kom kepada Saudara Sopater Kapisa, S.Si sebagai karateker IPEMAROS disaksikan oleh Bapak Penatua Herman Kaisiri mewakili anggota PHMJ GKI Baitania Artaneng dan Bapak Nikolaus Rumansara mewakili orang tua.

Salah satu agenda penting lainnya yang dibahas adalah tentang Lokasi pembangunan Gedung PAUD Manaji. Setelah melalui perundingan dan tukar pendapat selama (-/+) 2 jam 30 menit terkait status PAUD, maka diputuskan agar Gedung PAUD dibangun pada lokasi berbeda dan tidak dibangun pada lokasi Yayasan Pendidikan Kristen yang telah diberikan oleh keluarga Kuwei (asli) selaku pemilik hak waris Adat pada tahun 1980-an yaitu lokasi dimana telah didirikan Sekolah Dasar YPK Baitania Artaneng, Rumah Sekolah Minggu, dan perumahan Guru.

Pembangunan Gedung PAUD Manaji harus didirikan diluar dari lokasi tersebut. Menurut Bapak Sefnat Sembai dan Ibu Marice Maniambo selaku pengurus dan promotor pendirian PAUD Manaji, PAUD Manaji termasuk dalam kategori Kelompok Belajar yang akan dikelola secara langsung oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, bangunan PAUD Manaji harus berdiri pada areal yang terpisah dari areal Yayasan guna menghindari klaim tanah dan konflik di kemudian hari.

Terlepas dari itu, mengingat pentingnya peran sentral tenaga pendidik orang Asli Kampung pada PAUD Manaji di masa depan, maka, para peserta diskusi bersepakat agar keluarga Kuwei dapat memberikan pernyataan secara terbuka dan tertulis kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Yapen agar ke depannya tenaga-tenaga pengajar baik yang bersertifikasi maupun yang adalah pengasuh sekolah minggu dan berpengalaman menangani anak-anak usia dini dapat terlibat secara langsung, diupahkan, dapat bekerja secara berkelanjutan pada PAUD Manaji yang akan didirikan. Lokasi Pembangunan PAUD Manaji langsung ditentukan pada hari yang sama dengan kesepakatan bersama terkait waktu pengukuran lokasi pembangunan Gedung PAUD yaitu pada hari Minggu tanggal 05 Januari tahun 2025. 

Foto: Pertemuan diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Bapak Penatua Herman Kaisiri.

 

Pelapor dan Editor Redaksi:

Siriwai Kuwei

Fotografer:

Esau Maniambo

ditulis dan diedit di kampung Artaneng, tanggal 03 Januari 2025 

 

IPEMAROS.doc

Komentar

Postingan Populer