INISIASI DAN DISKUSI TENTANG PROGRAM KERJA IPEMAROS 2026-2030

 


Foto 
Slide Tentang Perbedaan Antara Inisiatif Spontan dan Program Kerja


MOTO, VISI, DAN MISI IPEMAROS


Sebagai organisasi yang menyatukan seluruh pelajar dan mahasiswa/i asal kampung Manatanen desa Roswari, Badan Pengurus dan Anggota IPEMAROS perlu bersama-sama merancang program kerja yang dapat merangkul, mengembangkan, dan meningkatkan peran pelajar dan mahasiswa/i secara terukur bagi pembangunan daerah. 

Program kerja IPEMAROS haruslah berpatokan pada Moto, Visi dan Misi Organisasi IPEMAROS. Dengan kata lain, Moto, Visi dan Misi IPEMAROS merupakan tolok ukur valid atau indikator keberhasilan yang baku. Setiap program kerja yang dirancang haruslah memperhatikan Moto, Visi dan Misi IPEMAROS sebagai indikator utama.


Foto

Logo IPEMAROS 

IPEMAROS memiliki moto yaitu SYARE VADE VANTENAMBE VAMO VANSANYAOBE ANANYAO RAE. Moto berbahasa Yva Vunat (Yawa Onate) tersebut dapat diartikan sebagai "Mari! (Pelajar, Pemuda, Mahasiswa/i) Kita Bersatu untuk Belajar Bersama".  

Terdapat tiga Visi (mimpi besar) dan dua Misi IPEMAROS yang dikembangkan berdasarkan moto tersebut. Ketiga visi IPEMAROS dijabarkan secara sederhana sebagai berikut:

  1. Menjaga Roh Penginjilan dan ajaran Tuhan Yesus
  2. Mencintai Adat-Istiadat dan Kebudayaan
  3. Menjaga dan membina kemauan untuk belajar tentang ilmu pengetahuan dan menggunakan ilmu pengetahuan bagi pembangunan kampung.
IPEMAROS memiliki dua Misi utama yaitu (1) Menjadi Wadah Pengembangan Diri dan (2) Menjadi Wadah yang memberikan dampak bagi pembangunan Kampung.  


Foto
Tampilan Slide tentang Program Kerja IPEMAROS

PENGERTIAN "INISIATIF SPONTAN" DAN "PROGRAM KERJA"

Pada hari Jumat, tanggal 24 Oktober 2025, Kordinator Wilayah Studi III IPEMAROS dan beberapa mahasiswa asal kampung Aubamjirum dan Tindaret bersama-sama berdiskusi tentang Program Kerja IPEMAROS. Pembahasan tentang Program Kerja IPEMAROS dimulai dengan doa yang dipimpin oleh arakov Yabes Mora dan dilanjutkan dengan Pengenalan tentang upaya-upaya pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan oleh anggota dan pengurus IPEMAROS. Upaya-Upaya Pengabdian yang telah dilakukan dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Pengabdian yang berasal dari Inisiatif Spontan dan (2) Pengabdian yang direncanakan dan dapat diukur berupa Program Kerja

Foto
arakov Yabes Mora ketika memimpin Doa Pembukaan

Inisiatif Spontan adalah segala upaya yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang guna menghidupkan semangat pengabdian sesama anggota dalam suatu organisasi meskipun belum atau tidak didasarkan dengan perencanaan yang terukur. Beberapa contoh Inisiatif Spontan diantaranya termasuk sebagian besar giat atau pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan. Semua pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan telah dianggap sebagai program-program kerja seperti seperti seminar, perayaan natal, dan lain-lain., meskipun giat-giat dimaksud berangkat dari inisiatif yang diajukan dan dikerjakan secara spontan dan berkelanjutan.


Foto
Slide Contoh Inisiatif Spontan
 
Meninjau definisi "Inisiatif Spontan" beserta contoh pelaksanaannya yang telah dilakukan oleh anggota dan pengurus IPEMAROS di kampung, muncul pertanyaan tentang program kerja IPEMAROS. 

Apakah IPEMAROS telah atau pernah memiliki program kerja? Apakah IPEMAROS telah memiliki program kerja sejak organisasi ini berdiri pada tahun 1998?

Jawabannya adalah "BELUM atau TIDAK PERNAH". Semua bentuk pengabdian berkelanjutan yang dikerjakan bagi pengembangan kapasitas pelajar, mahasiswa dan mahasiswi oleh IPEMAROS bersama masyarakat di kampung merupakan inisiatif spontan berkelanjutan dan bukan merupakan program kerja. 
Foto
Salah satu Inisiatif Spontan IPEMAROS
Diskusi Anggota dan Pengurus IPEMAROS bersama Tua-Tua Adat
Bertempat di Gedung Serbaguna Semuel, Jemaat GKI Baitania Artaneng
diskusi tentang Upaya Penulisan berjudul "Peradaban Manusia dan Sejarah Pekabaran Injil di Muni Tanen" 04 Januari 2024

Program Kerja dijabarkan secara sederhana sebagai IDE, TINDAKAN, HASIL, EVALUASI, dan KEBERLANJUTAN. Dengan kata lain, suatu Inisiatif atau ide dapat dikategorikan sebagai program kerja jika telah dibuat konsepnya, diprediksikan target program kerjanya, dilaksanakan, diketahui atau ditemukan hasilnya, dievaluasi dan dipikirkan serta diputuskan tentang keberlanjutan atau tidaknya suatu program, bagus dan sesuai atau tidaknya suatu program. IPEMAROS belum pernah merencanakan dan menjalankan program kerja. Program-program yang dijalankan selama ini adalah Inisiatif Spontan berkelanjutan.


Foto
beberapa Inisiatif Spontan yang dapat ditetapkan sebagai program Kerja
 
Inisiatif spontan dapat dijalankan secara terus menerus sebagai bagian daripada upaya anggota dan pengurus IPEMAROS untuk terus mempersatukan Pelajar dan Mahasiswa/i Asal Artaneng serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan kampung. Meskipun demikian, perlu dipertimbangkan bahwa Inisiatif Spontan jika tidak dijadikan sebagai Program Kerja maka inisiatif spontan akan berjalan dan berkembang bersama beban yang menjadi ciri-ciri umumnya yaitu (1) kurangnya keterlibatan yang berarti, (2) perkembangan program yang lambat, (3) sulit menggapai peningkatan signifikan. Dampak dari pada inisiatif spontan dapat dilihat pada keadaan dimana antusias pelajar dan mahasiswa yang tidak merata dan lamban dalam meresponi segala giat yang dilakukan. 


Foto
antusias peserta saat mengikuti pemaparan materi

Diperlukan adanya giat baru, rancangan dan kebiasaan-kebiasaan serta pengertian baru tentang PROGRAM KERJA. Oleh karena itu, peserta diskusi berpendapat bahwa beberapa Inisiatif Spontan haruslah ditetapkan sebagai Program Kerja IPEMAROS. 

Dengan mempertimbangkan Inisiatif-Inisiatif Spontan yang telah dikerjakan secara berkelanjutan, p
eserta diskusi memutuskan bahwa Kegiatan-kegiatan Insiatif Spontan dapat dijadikan sebagai program kerja, diantaranya (1) Program Kerja Perayaan Natal, (2) Pertemuan Tahunan, (3) Seminar dan Pameran, (4) Penilitian, dan (5) Media dan Informasi., sementar usulan-usulan program kerja tambahan yang diajukan dapat dipertimbangkan untuk ditambahkan.

Foto
Program Kerja Sementara IPEMAROS, 23 Agustus tahun 2023
(dibuat guna pendaftaran IPEMAROS ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kepulauan Yapen)
 
Selanjutnya, yang menjadi pekerjaan rumah bagi Badan Pengurus dan Anggota IPEMAROS adalah bagaimana merencanakan program kerja, menerapkannya, mengukur hasilnya, menjalankan evaluasinya, dan memutuskan keberlanjutan daripada program kerja dimaksud. Sangat diharapkan peran dan keterlibatan semua anak-anak Artaneng yang menjadi anggota, pengurus, bahkan menjadi senior-senior dan pendiri IPEMAROS untuk terlibat aktif.  

LATIHAN MEMBUAT PROGRAM KERJA
 
Melalui diskusi yang dilaksanakan pada kamar salah satu penghuni Asrama Unit Veteran, arakov Nikson Aiwui (Kamar Nomor 3 Depan), peserta diskusi diberikan kesempatan untuk (1) bertanya sebanyak satu kali, (2) Membuat Program kerja berdasarkan Format Pembuatan Program Kerja yang telah disiapkan, dan (3) Melakukan Presentasi tentang Program Kerja yang hendak diusulkan.  

Foto
Format Pembuatan Program Kerja
 
Berdasarkan format pembuatan program kerja yang dibuat, terdapat dua peserta diskusi yang memberikan usulan Program Kerja bagi IPEMAROS yaitu arakov Osea Sembai., S.Hut dan arakov Yabes Mora. arakov Osea mengusulkan agar IPEMAROS perlu memberikan semacam Pemahaman tentang Pentingnya Sekolah guna pengembangan pengetahuan dan skill yang dapat mendukung pekerjaan apapun yang diinisiasi atau sedang dilakukan oleh pemuda, pelajar dan mahasiswa atau orang tua di kampung. 
 

 Video
arakov Osea saat presentasi tentang program kerja yang diusulkan

  
arakov Yabes Mora mengusulkan program kerja tentang Penggunaan Sosial Media. Menurut Yabes, diperlukan semacam bimbingan tentang penggunaan Sosial Media bagi Pelajar dan Mahasiswa. Pembinaan Sosial Media harus dilakukan secara terukur, terencana dan tepat sasaran dengan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah "aturan penggunaan" dan menjadi momentum pengembangan pengetahuan dan skill dalam menggunakan teknologi oleh pelajar dan mahasiswa/i di kampung.


  video
arakov Yabes Mora saat presentasi Program Kerja yang diusulkan
 
Tidak semua peserta berkesempatan untuk memberikan presentasi tentang program kerja yang hendak mereka usulkan. Diharapkan bahwa diskusi, pelatihan dan presentasi sederhana oleh dua peserta dapat memberikan gambaran tentang Tata Cara Pembuatan Program Kerja yang terukur dan menstimulasi keberanian peserta lainnya untuk memberikan presentasi. 


Foto
antusias peserta diskusi saat mengisi Format Program Kerja

Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh pelajar dan mahasiswa adalah ketidak mauan untuk mengembangkan pikiran dan upaya untuk mendorong keberanian dari dalam diri. 
 
DISKUSI PROGRAM KERJA SEBAGAI MODEL PENCAPAIAN MOTO, VISI DAN MISI IPEMAROS

Diskusi tentang Program Kerja IPEMAROS merupakan contoh sederhana tentang penerapan Moto, Visi dan Misi IPEMAROS secara langsung. Peserta diberikan materi, berkesempatan untuk bertanya dan berkesempatan untuk mengembangkan pemikiran dan memberi usul. 
 
Foto
Peserta diskusi saat membaca dan mengisi angket Program Kerja yang telah disiapkan
 
PESERTA DISKUSI 

Diskusi dihadiri oleh dua peserta asal kampung Aubamjirum, arakov Yabes Mora dan arakov Enos Rawai, empat peserta anggota aktif IPEMAROS Wilayah Studi III: arakov Nikson Aiwui, arakov Osea Sembai., S.Hut, dan arakov Keliopas Kapisa. Kegiatan diskusi diakhiri dengan Doa yang dipimpin oleh peserta mahasiswa asal kampung Tindaret, arakov Silwanus Yawandare.


Foto
arakov Silwanus Yawandare saat memimpin Doa penutup kegiatan diskusi

**

Fotografer
arakov Nikson Aiwui
arakov Silwanus Yawandare

Presentasi
arakov Osea Sembai., S.Hut
arakov Yabes Mora

Slide, Pengantar Diskusi, Editor Berita dan Pimpinan Redaksi
Siriwai Adrianus Varano Kuwei


IPEMAROS.doc
Oktober 2025


Komentar